Thursday, 24 November 2011

Jejak Langkah di Puncak Slamet 3432 mdpl


(72 hour on adventure)
29-31 Juli 2011

dengan mengucap Alhamdulillah akhirnya bisa nge posting ini juga,hehe..
Sungguh aku sama sekali tidak menyangka akhirnya bisa berangkat juga ke gunung Slamet ditengah kesibukanku menjalankan kewajiban Kuliah Kerja Profesi (KKP). Atas ajakan teman dari Azimuth (Mapala Ilmu Tanah IPB) aku pun membulatkan tekat untuk ikut pendakian ke Puncak Slamet yang notabene merupakan puncak tetinggi di Jawa tengah (3432 mdpl).

Meski beberapa kali sempat ragu untuk berangkat karena adanya kabar akan kedatangan dosen pada tanggal 30 atau 31 Juli,,tetapi tepat hari kamis (tepatnya sehari sebelum berangkat) aku mendapat informasi dari ketua kelompok bahwa dosen akan datang sekitar tanggal 2 atau 3 agustus tanpa ba-bi-bu langsung aku mengiyakan ajakan untuk naik ke tanah tertinggi di Jawa Tengah ini.

Thursday, 17 November 2011

Goresan Cerita di Puncak Gede 2958 mdpl


assalamualaikum..

hari Sabtu-minggu,14-15 Mei 2011 bakalan jagi tanggal bersejarah begi temen-temen "Ayumas IPB" (Paguyuban Mahasiswa Solo dan Sekitarnya)..

bagaimana tidak,,karena pada saat itu adalah acara makrab yang paling berbeda dengan acara makrab biasa..
karena makrab ini berkonsep pendakian massal ke puncak Gunung Gede (2958 mdpl)..

nama Gunung Gede tak pernah terpisahkan dari kembarannya Gunung Pangrango (3019 mdpl).
jadi dua gunung ini seolah memiliki satu nama Gede-Pangrango..
kedua gunung ini terletak pada satu kawasan "Taman Nasional  Gede Pangrango" (TNGP)

kawasan gunung Gede-Pangrango ini ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980, mempunyai luas sekitar 21.975 hektar, dimana kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh indahnya hutan hujan tropis pegunungan, satwa satwa endemis, dan keaslian alamnya yang relatif terjaga,,sehingga tak heran jika kawasan ini dijadikan kawasan Taman Nasional.

 tempat registrasi dan pendaftaran pendakian

Monday, 3 October 2011

"Srawung Warga" Solo City Walk

menyambung cerita ku yang sebelumnya,,ngebolang bersepeda keliling Solo..

dari kampung Batik Laweyan menuju Ngarsopuro..
tak lengkap jika tak lewat jalan protokol kota Solo..
Jalan Slamet Riyadi..

apa yang menarik di jalan utama kota Solo ini??,kira-kira apa hayoo..
apa lagi kalu bukan city walknya yang membentang panjang dari selepas daerah Purwosari hingga ujung jalan Slamet Riyadi di daerah Gladak,,yang berujung di patung Slamet Riyadi..


Sejak tahun 2007, Kota Solo memang sengaja membangun suatu kawasan untuk pejalan kaki atau orang sering menyebutnya dengan city walk (kaya di kota Bandung gitu). dan di Kota Solo, kawasan ini dinamai dengan Srawung Warga .

"Solo City Walk"
Ide dasar pembuatan kawasan Srawung Warga ini adalah dalam rangka menyediakan tempat nyaman bagi para pejalan kaki di Kota Budaya ini. Namun, ternyata  masih jauh dari harapan. jangankan untuk pejalan kaki, city walk malah dipakai buat melintas dan parkir mobil, sepeda motor serta becak.
Dari sekian ratus meter yang sudah aku lewati dengan sepeda kesayanganku ada beberapa hal yang menarik diamati, seperti digunakannya tegel ubin dan bukan paving blok pada hamparan jalur pedestrian ini, sehingga menumbuhkan perasaan yang lebih sejuk sekaligus menguatkan kesan kuno yang sangat serasi dengan bangunan – bangunan yang ada di sisinya. Kemudian penataan gerobak pedagang kaki lima yang seragam dan dibatasi pada ruas tertentu, sementara pada ruas yang lain dibiarkan kosong dan menjadi sangat lapang. Sungguh satu penataan yang mengagumkan...Solo gituu looh...^_^

Sunday, 2 October 2011

Menyusuri Eksotisme Kampung Batik Laweyan

Solo
alias Surakarta Hadininngrat..

siapa yang tak kenal dengan kota ini..
kota yang sangat terkenal dengan budayanya yang tak akalah eksotis dengan Jogja..
dan disini tempat dimana aku dibesarkan..

masih menyambung cerita jalan-jalan di Malioboro kemarin,,
setelah sampai di kota Solo tercinta,,aku tiba-tiba terbersit keinginan untu "ngebolang" kelilig kota Solo dengan sepeda.
sebenernya cita-citaku keliling Solo dengan sepeda sudah lama direncanakkan hanya saja baru terlakasana.

first stop..
Kampoeng Batik Laweyan..

welcome to "Kampoeng Batik Laweyan"
kenapa ini aku pilih sebagai pemberhentian pertama,,karena ini yang paling dekat deengan rumah..
pukul 06.30 mulai ku kayuh sepedaku,,dari daerah kartasura kearah selatan kemudian berlelok kearah timur menuju kampung batik laweyan..

Saturday, 1 October 2011

Malioboro icon of Jogja

September 2010

wah akhirnya libur awal puasa datang juga..
inilah kali pertama selama aku kuliah di Bogor bisa merasakan awal puasa di rumuahku tercinta..
karena tahun ini libur awal puasa cukup untuk pulang..

sore itu sekitar pukul 16.30 setelah megang tiket kereta Senja Utama jurusan St.Senen-St.Solo Balapan,,
akau bersam 2 orang adik kelas sebut saja namanya Sahrul dan Bimo bersiap untuk berangkat ke jakarta..
ditemani rintik hujan sepanjang perjalanan kami tak sedikitpun terfikir untuk mampir ke kota Gudeg Ngayogjokato Hadiningrat..

tapi ditengah perjalanan ke jakarta,,dengan perjuangan yang gak gampang,,karena diantara kami belum pernah ada yang pernah ke stasiun senen,,loncat dari KRL ke Busway,,dari busway jalan kaki ke satasiun senen,,tapi akhirnya berhasil sampai di stasiun senin pukul 18.30,,dan kemudian beristirahat disebuah masjid di depan stasiun,,disinilah sebuah rencana dadakan disusun..