Tuesday, 20 December 2011

Pangrango Summit 3019 mdpl


naik gunung lagi, naik gunung lagi...
mungkin itu yang akan terlintas dibenak orang yang liat aku sering jalan2 and meng'hedon' bareng seorang sahabat karibku sing arane ichal faizal,,
gak tanggung-tanggung jalan2nya naik-naik kepuncak gunung (kya lagu aja ya,hehe)..
tapi gak slalu naik gunung sob,,blum ada waktu aja buat jalan ke tempat yang lain..

belum habis lelahku menakhlukkan The 1st Summit of Central Java "Mt. Slamet 3432 mdpl"(kisahnya saya ceritakan di waktu yg lain aja ya setelah nilai KKP saya keluar,hehehe),,langsung dateng tawaran ke Pangrago Plaza,,eh salah,maksudnya ke Puncak Pangrango,hehehe

ichal said: "Pe minggu ke2 setelah libur lebaran ke Pangrango nyok.."
erpe said: "hhmmm...thats a great idea ma bro,,aku juga baru aja mau ngjakin ksana,,tapi masa mau dua'an aja,,ogah ntar dikira M**O,,Hahahaha.."

H-2minggu..
erpe said: "Le sido munggah ora (Bro jadi naik gak)??"
ichal said: "Sido lah,,minggu ini kumpulkan massa dulu"

Thursday, 24 November 2011

Jejak Langkah di Puncak Slamet 3432 mdpl


(72 hour on adventure)
29-31 Juli 2011

dengan mengucap Alhamdulillah akhirnya bisa nge posting ini juga,hehe..
Sungguh aku sama sekali tidak menyangka akhirnya bisa berangkat juga ke gunung Slamet ditengah kesibukanku menjalankan kewajiban Kuliah Kerja Profesi (KKP). Atas ajakan teman dari Azimuth (Mapala Ilmu Tanah IPB) aku pun membulatkan tekat untuk ikut pendakian ke Puncak Slamet yang notabene merupakan puncak tetinggi di Jawa tengah (3432 mdpl).

Meski beberapa kali sempat ragu untuk berangkat karena adanya kabar akan kedatangan dosen pada tanggal 30 atau 31 Juli,,tetapi tepat hari kamis (tepatnya sehari sebelum berangkat) aku mendapat informasi dari ketua kelompok bahwa dosen akan datang sekitar tanggal 2 atau 3 agustus tanpa ba-bi-bu langsung aku mengiyakan ajakan untuk naik ke tanah tertinggi di Jawa Tengah ini.

Thursday, 17 November 2011

Goresan Cerita di Puncak Gede 2958 mdpl


assalamualaikum..

hari Sabtu-minggu,14-15 Mei 2011 bakalan jagi tanggal bersejarah begi temen-temen "Ayumas IPB" (Paguyuban Mahasiswa Solo dan Sekitarnya)..

bagaimana tidak,,karena pada saat itu adalah acara makrab yang paling berbeda dengan acara makrab biasa..
karena makrab ini berkonsep pendakian massal ke puncak Gunung Gede (2958 mdpl)..

nama Gunung Gede tak pernah terpisahkan dari kembarannya Gunung Pangrango (3019 mdpl).
jadi dua gunung ini seolah memiliki satu nama Gede-Pangrango..
kedua gunung ini terletak pada satu kawasan "Taman Nasional  Gede Pangrango" (TNGP)

kawasan gunung Gede-Pangrango ini ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980, mempunyai luas sekitar 21.975 hektar, dimana kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh indahnya hutan hujan tropis pegunungan, satwa satwa endemis, dan keaslian alamnya yang relatif terjaga,,sehingga tak heran jika kawasan ini dijadikan kawasan Taman Nasional.

 tempat registrasi dan pendaftaran pendakian

Monday, 3 October 2011

"Srawung Warga" Solo City Walk

menyambung cerita ku yang sebelumnya,,ngebolang bersepeda keliling Solo..

dari kampung Batik Laweyan menuju Ngarsopuro..
tak lengkap jika tak lewat jalan protokol kota Solo..
Jalan Slamet Riyadi..

apa yang menarik di jalan utama kota Solo ini??,kira-kira apa hayoo..
apa lagi kalu bukan city walknya yang membentang panjang dari selepas daerah Purwosari hingga ujung jalan Slamet Riyadi di daerah Gladak,,yang berujung di patung Slamet Riyadi..


Sejak tahun 2007, Kota Solo memang sengaja membangun suatu kawasan untuk pejalan kaki atau orang sering menyebutnya dengan city walk (kaya di kota Bandung gitu). dan di Kota Solo, kawasan ini dinamai dengan Srawung Warga .

"Solo City Walk"
Ide dasar pembuatan kawasan Srawung Warga ini adalah dalam rangka menyediakan tempat nyaman bagi para pejalan kaki di Kota Budaya ini. Namun, ternyata  masih jauh dari harapan. jangankan untuk pejalan kaki, city walk malah dipakai buat melintas dan parkir mobil, sepeda motor serta becak.
Dari sekian ratus meter yang sudah aku lewati dengan sepeda kesayanganku ada beberapa hal yang menarik diamati, seperti digunakannya tegel ubin dan bukan paving blok pada hamparan jalur pedestrian ini, sehingga menumbuhkan perasaan yang lebih sejuk sekaligus menguatkan kesan kuno yang sangat serasi dengan bangunan – bangunan yang ada di sisinya. Kemudian penataan gerobak pedagang kaki lima yang seragam dan dibatasi pada ruas tertentu, sementara pada ruas yang lain dibiarkan kosong dan menjadi sangat lapang. Sungguh satu penataan yang mengagumkan...Solo gituu looh...^_^

Sunday, 2 October 2011

Menyusuri Eksotisme Kampung Batik Laweyan

Solo
alias Surakarta Hadininngrat..

siapa yang tak kenal dengan kota ini..
kota yang sangat terkenal dengan budayanya yang tak akalah eksotis dengan Jogja..
dan disini tempat dimana aku dibesarkan..

masih menyambung cerita jalan-jalan di Malioboro kemarin,,
setelah sampai di kota Solo tercinta,,aku tiba-tiba terbersit keinginan untu "ngebolang" kelilig kota Solo dengan sepeda.
sebenernya cita-citaku keliling Solo dengan sepeda sudah lama direncanakkan hanya saja baru terlakasana.

first stop..
Kampoeng Batik Laweyan..

welcome to "Kampoeng Batik Laweyan"
kenapa ini aku pilih sebagai pemberhentian pertama,,karena ini yang paling dekat deengan rumah..
pukul 06.30 mulai ku kayuh sepedaku,,dari daerah kartasura kearah selatan kemudian berlelok kearah timur menuju kampung batik laweyan..